Isu Kelangkaan BBM
Beredarnya informasi di masyarakat akan terjadi kelangkaan BBM, maka Gabungan Komisi I dan Komisi II menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Sales Branch Manager Rayon II Maluku Utara, Kepala Fuel Terminal Manager Tobelo, Direktur PT. Bumi Makmur Halut dan Direktur PT. Satria Sejati Pratama, Selasa 7/4/2026. RDP yang di gelar di Ruang Rapat Bangsaha di buka oleh Wakil Ketua II DPRD Halut, Abdillah Bailussy. Dila sapaan akrapnya membuka rapat, meminta penjelasan Kepala SBM Rayon II Maluku Utara atas informasi di masyarakat bahwa dalam beberapa hari kedepan akan terjadi kelangkaan BBM. Kepala SBM Rayon II Maluku Utara, Farel Hakim "Stok BBM untuk 20 hari kedepan dalam kondisi aman dan Stok BBM di Pertamina selalu ada dan tidak pernah kosong karena kami punya planing untuk pengangkutan BBM dengan kapal" ujarnya. lanjut El sapaan akrabnya, bahwa SBM II Rayon Maluku Utara tidak punya kewenangan dalam mengatur harga BBM, dan yang punya kewenangan hanya pemerintah pusat (Kemen ESDM) dan kami hanya melaksanakan harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Sementara Ketua Komisi II, Oni Pulo menyoroti Lampu PLN yang sering mati. "tentunya pihak pertamina sudah menghitung kuota BBM untuk PLN dalam operasinya 1 kali 24 jam, apabila terjadi mati lampu, maka BBM yang tidak terpakai saat mati lampu dikemanakan"!. "Kami tidak punya kewenangan menjelaskan BBM untuk PLN" ujar Kepala SMB Manager Rayon II Maluku Utara. Karwanto Hohakay, selaku Angota Komisi II menanyakan soal BBM Jenis Bio Solar yang tidak di Jual di Halmahera Utara sementara di daerah lain, seperti di Sofifi atau di Ternate BBM jenis ini di jual, apa yang menjadi kendala sehingga BBM jenis ini tidak di jual di Halmahera Utara. Untuk penjualan BBM jenis Bio Solar diatur dalam Perpres No. 191 Tahun 2014 " mengatur penyediaan, pendistribusian, dan harga eceran BBM, termasuk Solar (Gas Oil) bersubsidi. Bio Solar dikategorikan sebagai jenis BBM tertentu (JBT) yang mendapatkan subsidi dan diatur penggunaannya khusus untuk konsumen seperti kendaraan barang/orang, usaha mikro, perikanan dan pelayanan" ujar Kepala SMB Rayon II Maluku Utara.
(Humassetwanhalut)